Jumat, 04 November 2011

Ketakutanku(penuh imajinasi)


Di saat semuanya pergi aku termenung sendiri di kesunyian malam yang menakutkan di saat itulah pengalaman ku pertama kali menemani temanku yang sedang terbaring di rumah sakit. Ceritanya saya di suruh sama mama temanku yang sedang sakit tersebut untuk menjaganya dirumah sakit karena mamahnya sedang ada halangan dikarenakan sedang mengurus pekerjaannya yang terbengkalai karena mengurus temenku yang di rawat karena sakit diare yang tak kunjung sembuh sudah dua hari di mengalaminya.sehingga ibunya menyuruh aku sebagai temannya yang dipercaya untuk menungguinya.
Dan disaat itulah ketakutan yang selama ini aku takut-takutkan terjadi juga. Sebenarnya saya ingin sekali menolak permintaan mamahnya temenku tapi gimana lagi,di satu sisi aku takut tapi di sisi lain aku tidak enak dan kasihan sama mamahmya yang mengurusi temenku sendiri tanpa ada yang membantu. Sehinngga akhirnya aku mengiyakan juga permintaaan mamahnya walaupun di hati kecilku aku merasa berat menerima permintaan dari mamahnya tersebut karena “aku takut sendirian di rumah sakit”.
Tetapi aku  bertekat bisa menghadapi ketakutanku ini karena aku yakin tidak ada yang tidak bisa kalau aku berusaha dan yakin bisa mengatasi ketakutanku selama ini. Tak lama berselang akhirnya hari yang menakutkan itupun datang juga,aku datang ke rumah sakit pada sore hari karena mamahnya pergi ke luar kota untuk mengurus pekerjaannya yang terbengkalai pada sore hari. Aku datang ke rumah sakit dengan santainya dengan mengendarai motor kesayanganku tapi he2 dalam hatiku terasa bergetar dan rasa ketakutanku tambah memuncak sampai ke ujung kepala. Sesampainya di parkiran rumah sakit hatiku tambah galau sambil aku termenung sebentar.tak seberapa lama aku tersadar dari termenungku aku bertekat tetap menghadapi semuanya ini dengan semangat dan bertekat mengalahkan ketakutanku ini.
Dan akhirnya sambil melangkahkan kaki aku mantap menuju kamar temanku yang berada di lantai tiga tepatnya dia berada di kamar VIP karena dia termasuk anak dari keluarga yang berada dan terpandang di kotanya. Sesampainya aku di depan kamar temanku yang sakit,aku langsung membuka pintu dan di dalam kamar temanku sudah menyambutku dengan senyuman yang riang sambil berkata “selamat sore makasih sudah mau menemaniku di rumah sakit” lalu ku langsung menjawab “iya sama2 aku juga senang bisa membantu kamu sobatku” walaupun di hati masih merasa takut di rumah sakuit sendirian. Kita bercakap-cakap kesana kemari sampai tidak terasa hari sudaah larut malam dan akhirnya dia pamitan untuk tidur duluan karena badannya masih terasa tidak enak setelah mengalami diare yang tak kunjung berhenti selama kemarin ini.
Setelah temenku terlelap tidur di saat itulah hati dan pikiranku terasa kacau karena di benakku terbayang-bayang pikiran yang menakutkan dan yang membuat aku melayang membayamgkannya. Di malam itu aku terus merasa kuatir dan waswas kalau tiba-tiba di kesunyian malam aku di jumpai sesosok yang tidak aku harapkan datang. Setelah aku menunggu lama terus waspada dan waspada,karena mau tidurpun aku tidak bisa terus dan terus aku waspada sambil terus berdoa kepada Tuhan agar di malam yang sunyi dan sendirian ini aku di lindungi-Nya dan tidak ada satupun kejadian yang aku bayang selama ini aku takut-takutin. Akupun sesekali melihat keluar dan kejendela kamar apakah masih ada orang yang terjaga di malam yang sesunyi ini.sekali dua kali aku terus menengok keluar dan kejendela sampai dan aku menemukan masih ada satu dua orang yang beralu lalang lewat di depan kamar temanku menginap.
Sampai akhirnya tidak ada satu orangpun yang terlihat melintas di depan kamar temanku, di saat itulah ketakutanku menjadi-jadi di buatnya. Sampai-sampai di saat kejadian itu membuat badan dan tubuhku menjadi bergetar dan berkeringat yang tidak tertahan karena ketakutanku yang memuncak. Aku gelisah sampai-sampai akupun tidak dapat mengendalikan badanku sendiri,di saat itu juga terdengar pula suara-suara yang tidak aku ketahui dari mana asalnya terdengar suara burung malam yang melintas di atas kamar temanku membuat aku menjadi-jadi tambah takut di buatnya.
Di saat ketakutanku itu akupun masih tidak bosan terfikir sampai-sampai bisa menghayal seperti baru uji nyali.setelah berlalu detik demi detik menit demi menit dan akhirnya akupun mendengar suara ayam berkokok walaupun aku tidak tahu sumber suaranya dari mana tapi suara itupun sudah membuat hatiku menjadi lega dibuatnya. Dan sampai akhirnya mataharipun muncul perlahan-lahan dari ujung timur menambah ketenangaan hatiku yang sempat kacau dan tidak dapat aku kendalikan di buatnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar