Di
saat semuanya pergi aku termenung sendiri di kesunyian malam yang menakutkan di
saat itulah pengalaman ku pertama kali menemani temanku yang sedang terbaring
di rumah sakit. Ceritanya saya di suruh sama mama temanku yang sedang sakit
tersebut untuk menjaganya dirumah sakit karena mamahnya sedang ada halangan
dikarenakan sedang mengurus pekerjaannya yang terbengkalai karena mengurus
temenku yang di rawat karena sakit diare yang tak kunjung sembuh sudah dua hari
di mengalaminya.sehingga ibunya menyuruh aku sebagai temannya yang dipercaya
untuk menungguinya.
Dan
disaat itulah ketakutan yang selama ini aku takut-takutkan
terjadi juga. Sebenarnya saya ingin
sekali menolak permintaan mamahnya temenku tapi gimana lagi,di satu sisi aku
takut tapi di sisi lain aku tidak enak dan kasihan sama mamahmya yang mengurusi
temenku sendiri tanpa ada yang membantu. Sehinngga akhirnya aku mengiyakan juga
permintaaan mamahnya walaupun di hati kecilku aku merasa berat menerima
permintaan dari mamahnya tersebut karena “aku takut sendirian di rumah sakit”.
Tetapi
aku bertekat bisa menghadapi ketakutanku
ini karena aku yakin tidak ada yang tidak bisa kalau aku berusaha dan yakin
bisa mengatasi ketakutanku selama ini. Tak lama berselang akhirnya hari yang
menakutkan itupun datang juga,aku datang ke rumah sakit pada sore hari karena
mamahnya pergi ke luar kota untuk mengurus pekerjaannya yang terbengkalai pada
sore hari. Aku datang ke rumah sakit dengan santainya dengan mengendarai motor
kesayanganku tapi he2 dalam hatiku terasa bergetar dan rasa ketakutanku tambah
memuncak sampai ke ujung kepala. Sesampainya di parkiran rumah sakit hatiku
tambah galau sambil aku termenung sebentar.tak seberapa lama aku tersadar dari
termenungku aku bertekat tetap menghadapi semuanya ini dengan semangat dan
bertekat mengalahkan ketakutanku ini.
Dan
akhirnya sambil melangkahkan kaki aku mantap menuju kamar temanku yang berada
di lantai tiga tepatnya dia berada di kamar VIP karena dia termasuk anak dari
keluarga yang berada dan terpandang di kotanya. Sesampainya aku di depan kamar
temanku yang sakit,aku langsung membuka pintu dan di dalam kamar temanku sudah
menyambutku dengan senyuman yang riang sambil berkata “selamat sore makasih
sudah mau menemaniku di rumah sakit” lalu ku langsung menjawab “iya sama2 aku
juga senang bisa membantu kamu sobatku” walaupun di hati masih merasa takut di
rumah sakuit sendirian. Kita bercakap-cakap kesana kemari sampai tidak terasa
hari sudaah larut malam dan akhirnya dia pamitan untuk tidur duluan karena
badannya masih terasa tidak enak setelah mengalami diare yang tak kunjung
berhenti selama kemarin ini.
Setelah
temenku terlelap tidur di saat itulah hati dan pikiranku terasa kacau karena di
benakku terbayang-bayang pikiran yang menakutkan dan yang membuat aku melayang
membayamgkannya. Di malam itu aku terus merasa kuatir dan waswas kalau
tiba-tiba di kesunyian malam aku di jumpai sesosok yang tidak aku harapkan
datang. Setelah aku menunggu lama terus waspada dan waspada,karena mau tidurpun
aku tidak bisa terus dan terus aku waspada sambil terus berdoa kepada Tuhan
agar di malam yang sunyi dan sendirian ini aku di lindungi-Nya dan tidak ada
satupun kejadian yang aku bayang selama ini aku takut-takutin. Akupun sesekali
melihat keluar dan kejendela kamar apakah masih ada orang yang terjaga di malam
yang sesunyi ini.sekali dua kali aku terus menengok keluar dan kejendela sampai
dan aku menemukan masih ada satu dua orang yang beralu lalang lewat di depan
kamar temanku menginap.
Sampai
akhirnya tidak ada satu orangpun yang terlihat melintas di depan kamar temanku,
di saat itulah ketakutanku menjadi-jadi di buatnya. Sampai-sampai di saat
kejadian itu membuat badan dan tubuhku menjadi bergetar dan berkeringat yang
tidak tertahan karena ketakutanku yang memuncak. Aku gelisah sampai-sampai
akupun tidak dapat mengendalikan badanku sendiri,di saat itu juga terdengar
pula suara-suara yang tidak aku ketahui dari mana asalnya terdengar suara
burung malam yang melintas di atas kamar temanku membuat aku menjadi-jadi
tambah takut di buatnya.
Di
saat ketakutanku itu akupun masih tidak bosan terfikir sampai-sampai bisa
menghayal seperti baru uji nyali.setelah berlalu detik demi detik menit demi
menit dan akhirnya akupun mendengar suara ayam berkokok walaupun aku tidak tahu
sumber suaranya dari mana tapi suara itupun sudah membuat hatiku menjadi lega
dibuatnya. Dan sampai akhirnya mataharipun muncul perlahan-lahan dari ujung
timur menambah ketenangaan hatiku yang sempat kacau dan tidak dapat aku
kendalikan di buatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar