Jumat, 04 November 2011

Lilin padam



Orang itu  mempunyai seorang anak putri satu-satunya. Ia amat menyayangi putrinya. Ia hidup untuk dia,seakan anak itu adalah hidupnya. Maka ketika  putrinya menderita sakit dan tidak dapat di sembuhkan oleh semua dokter yang ia dapat temukan, ia menjadi seperti orang yang kesurupan dan melakukan segala upaya untuk menyembuhkan putrinya yang tercinta itu.
Segala upayanya ternyata sia-sia dan anak itu akhirnya meninggal. Ayahnya sama sekali tidak daat menerima kenyataan. Ia menjadi seorang yang penyendiri dan penuh kepahitan, menutup dirinya dari kawan-kawnnya yang banyak. Ia menolak segala kegiatan apapun yang padat mengembalikan dirinya kepada keseimbangan jiwanya agar menjadi orang yang normal kembali. Namun,  paada suatu malam,ia bermimpi. Ia berada di surge dan sedang menyaksikan sebuah pertunjukan yang indah oleh banyak malaikat kecil. Mereka berbaris dihadapan sebuah singgasana berwarna putih. Dia pun mengamati bahwa setiap malaikat kecil itu membawa sebuah lilin. Tetapi ada satu lilin dari sebuah malaikat anak-anak itu yang tidak menyala. Kemudian ia mengenali bahwa malaikat yang lilinnnya tidak menyala itu adalah putriaya sendiri. Ia berlari menemui anaknaya dan merangkkulnaya dalam pelukannya yang amat mesra serta bertanya,”ayah sebenarnya lilin itu menyala,namun sering padam oleh air mata ayah.”
Kemudian ia terbangun. Apa yang dia ajarkan dalam mimpi itu amat jelas dan akibatnya segera mempengaruhinya. Sejak itu,ia tidak lagi menyendiri, melainkan bergaul lagi dengan bebas dan penuh sukacita bersama kawan-kawannya.lilin anak kesayangan itu tidak lagi padam karena air matanya yang sia-sia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar